BATAM, kepribangkit.com. Ribut-ribut antara warga
Perumahan Sentral Sukajadi Cluster Residence dengan aris hardi, wakil ketua III
DPRD kota batam masih berlanjut. Hal ini terjadi pada malam minggu (10/11/12)
di kantor kecamatan batam kota dalam pertemuan RT RW beserta warga, developer Perumahan
Sentral Sukajadi Cluster Residence PT Mahkota Satelit City, lurah, dan
camat batam kota. Aris Hardi datang dengan puluhan ajudannya.
Pertemuan
tersebut membahas tentang siapa yang berhak mengelola
pemeliharaan Perumahan Sentral Sukajadi Cluster Residence apakah
developer atau pengurus RT RW setempat. Aspek pemeliharaan yang terdiri dari
kebersihan, keamanan, dan penerangan umum Perumahan Sentral Sukajadi
Cluster Residence ni semula dikelola oleh developer degan iuran 200 ribu
per bulan. Seiring berjalanna waktu, warga menghendaki pengelolaan diserahkan
kepada warga dan dikelola oleh RT RW.
Pengelolaan
oleh RT RW semula berjalan lancar, namun sejak bulan Agustus 2012, warga
cluster 7 RT 01 RW 05 tidak mau membayar iuran. Hal ini terjadi karena
provokasi yang dilakukan oleh aris Hardi. Pengurus RT RW merasa dirugikan
sehingga pada senin lalu (5/11/12) mendatangi ruang kerja aris hardi di kantor
DPRD Batam. Pada kesempatan tersebut, andi kusuma yang merupakan salah seorang
rombongan RT RW bersitegang dengan aris hardi dan ajudannya. “ Saya sebetulnya
tidak mau ribut-ribut. Aris Hardi bilang tidak puas dengan pengelolaan yang
dilakukan RT RW.Kalau tidak puas ya komplain dong. Jangan terus tidak bayar,
itu bukan solusi. Ya kami kan tidak tahu tidak puasnya di mana. Kebersihan
taman, foging, semua sudah dilakukan,” ujar Andi Kusuma ketika diwawancarai
wartawan kepribangkit.com pada
minggu pagi (11/11/12).
Hasil
dari pertemuan tadi malam yaitu, diadakannya polling pendapat warga mengenai
siapa yang akan melanjutkan program perawatan perumahan.”Kalau seperti ini kan
malah merepotkan Pemko, camat, dan lurah. Harus bikin polling segala. Tugas
developer kan sudah selesai, pembangunan sudah jadi. RUmah sudah jadi milik
kami. Lambat laun pengelolaan warga kan seharusnya diserahkan kepada pemda,
termasuk soal perawatan ini. Aris Hardi sebagai anggota DPRD seharusnya lebih
tau. Lagian, rapat RT RW saja kenapa harus bawa puluhan ajudan segala. Untuk
apa, buang-buang duit saja,’ kata Andi mengakhiri wawancara. (nurul)
0 komentar:
Posting Komentar