Minggu, 11 November 2012

Rapat RT RW, Anggota DPRD Kota Batam Bawa Puluhan

BATAMkepribangkit.com. Ribut-ribut antara warga Perumahan Sentral Sukajadi Cluster Residence dengan aris hardi, wakil ketua III DPRD kota batam masih berlanjut. Hal ini terjadi pada malam minggu (10/11/12) di kantor kecamatan batam kota dalam pertemuan RT RW beserta warga, developer Perumahan Sentral Sukajadi Cluster Residence PT Mahkota Satelit City, lurah, dan camat batam kota. Aris Hardi datang dengan puluhan ajudannya.
Pertemuan tersebut membahas tentang siapa yang berhak mengelola pemeliharaan Perumahan Sentral Sukajadi Cluster Residence  apakah developer atau pengurus RT RW setempat. Aspek pemeliharaan yang terdiri dari kebersihan, keamanan, dan penerangan umum Perumahan Sentral Sukajadi Cluster Residence ni semula dikelola oleh developer degan iuran 200 ribu per bulan. Seiring berjalanna waktu, warga menghendaki pengelolaan diserahkan kepada warga dan dikelola oleh RT RW.
Pengelolaan oleh RT RW semula berjalan lancar, namun sejak bulan Agustus 2012, warga cluster 7 RT 01 RW 05 tidak mau membayar iuran. Hal ini terjadi karena provokasi yang dilakukan oleh aris Hardi. Pengurus RT RW merasa dirugikan sehingga pada senin lalu (5/11/12) mendatangi ruang kerja aris hardi di kantor DPRD Batam. Pada kesempatan tersebut, andi kusuma yang merupakan salah seorang rombongan RT RW bersitegang dengan aris hardi dan ajudannya. “ Saya sebetulnya tidak mau ribut-ribut. Aris Hardi bilang tidak puas dengan pengelolaan yang dilakukan RT RW.Kalau tidak puas ya komplain dong. Jangan terus tidak bayar, itu bukan solusi. Ya kami kan tidak tahu tidak puasnya di mana. Kebersihan taman, foging, semua sudah dilakukan,” ujar Andi Kusuma ketika diwawancarai wartawan kepribangkit.com pada minggu pagi (11/11/12).
Hasil dari pertemuan tadi malam yaitu, diadakannya polling pendapat warga mengenai siapa yang akan melanjutkan program perawatan perumahan.”Kalau seperti ini kan malah merepotkan Pemko, camat, dan lurah. Harus bikin polling segala. Tugas developer kan sudah selesai, pembangunan sudah jadi. RUmah sudah jadi milik kami. Lambat laun pengelolaan warga kan seharusnya diserahkan kepada pemda, termasuk soal perawatan ini. Aris Hardi sebagai anggota DPRD seharusnya lebih tau. Lagian, rapat RT RW saja kenapa harus bawa puluhan ajudan segala. Untuk apa, buang-buang duit saja,’ kata Andi mengakhiri wawancara. (nurul)

Sumber : http://www.kepribangkit.com/rapat-rt-rw-anggota-dprd-kota-batam-bawa-puluhan-ajudan.kb

0 komentar:

Posting Komentar