Bibliografi

Berawal dari seorang anak yang lahir di Pangkal Pinang, Bangka Belitung pada tanggal 1 September 1981 yang bernama Andi Kusuma. Pada saat umurnya sudah mencapai 9 tahun, seorang anak yang bernama Andi Kusuma telah bekerja untuk mencari uang dengan menjual otak-otak (pempek), es buah, kerupuk bangka, dan es lilin saat 17 Agustus. Ketika beranjak usia 12 tahun, membantu menjual Bakmie Bangka dengan didukung paman dari pihak bapak. Diusia saya 14 tahun, saya sudah menjadi buruh tukang pikul selama 1 tahun lebih. Dari hasil kerja saya semenjak 9 tahun sampai usia 16 tahun saya sudah mempunyai modal untuk membuka usaha toko sembako dan mengekspansi usaha dibidang makanan laut. Setelah tamat SMA saya merantau ke Jakarta pada tahun 2000. Pergi ke jakarta dengan naik kapal Fery 9 jam perjalanan dari Bangka ke Jakarta. Pada saat di Jakarta, untuk menikmati indahnya kota Jakarta, saya langsung pinjam motornya Pak Bakrie lalu saya memutari kota Jakarta dari Jakarta Pusat ke Jakarta Barat dan di tengah jalan ditilang oleh polisi.

 Pada tanggal 24 Desember 2002, Andi Kusuma pergi ke Pulau Batam untuk merantau mencari nafkah dengan menaiki Kapal PELNI dengan modal Rp 120.000,-. Saat berada di Kapal, Andi tidak memiliki tempat tidur ataupun kamar karena Andi membeli tiket non-seat. Dalam perjalanan, Andi bertemu dengan seorang wanita yang bernama Ibu Andi Roidah yang merupakan keluarga besar Andi Ruslan yang pada saat itu keluarga Andi Ruslan baru saja pulang dari Jakarta sehabis pesta pernikahan keluarganya.

Lalu Ibu Andi Roidah bertanya “Bapak tidak ada kamar?” Balas Andi “Tidak Bu.” Kemudian Ibu Andi Roidah menawarkan “Bapak ambil kamar saya saja.” Setelah itu, Andi Kusuma diperkenalkan oleh Ibu Andi Roidah dengan keluarga besar Andi di dalam kamar tersebut. Tetapi, saat itu nama yang diperkenalkan oleh Andi Kusuma bukanlah Andi Kusuma, melainkan Akun yang merupakan nama Cina dari Andi Kusuma dan setelah memperkenalkan nama Cinanya, barulah Andi memperkenalkan nama Indonesianya yaitu Andi Kusuma. Bertepatan dengan hal tersebut, barulah keluarga Andi tahu bahwa Andi Kusuma juga memiliki nama Andi. Lantas karena hal tersebut, keluarga besar Andi Ruslan yang berada di dalam satu kamar tersebut berkata “Wah, jadi datu kamar ini namanya Andi semua ya.”

Sesampainya di Batam, dengan uang Rp 120.000,-, Andi naik taxi dari Sekupang ke Bengkong. Ternyata tidak perlu bayar karena dibantu oleh keluarga Andi dan diberi tumpangan untuk tinggal di rumah Keluarga Andi Ruslan.

Coba untuk melamar ke 100 toko yang ada di Batam, Andi tidak diterima di toko manapun untuk bekerja. Sampai Andi berkata “Jadi tukang angkat-angkat barang pun jadilah.” Tetapi pemilik toko tidak memberikan Andi pekerjaan.

Dalam prosesnya Andi hanya tinggal memiliki uang sebanyak Rp 30.000,-. Andi terus berpikir dan berpikir, hingga pada saat ia berpikir, terbersit olehnya perkataan orang yang ada di Kapal PELNI kalau orang dating ke Batam yaitu “Bila Anda Tabah, Anda akan Menang. Bila Anda Tiba, Anda akan Menyesal.”

Dengan berbekal uang yang tersisa, Andi terus mencari peluang. Dan pada setelah seminggu di Batam, suatu ketika ada orang yang akan menjual mobilnya, yaitu Mobil Corolla yang dipercayakan pemiliknya untuk dijual ke show room oleh Andi. Mobil tersebut dijual dengan harga Rp 25.000.000,- dan Andi pun mendapat komisi untuk jual sebesar Rp 500.000,-. Tetapi, uang tersebut diberi esok hari oleh orang tersebut. Apa boleh buat, Andi pun menunggu komisi yang akan diberikan dengan berbekal sisa uang yang ada sebanyak Rp 30.000,-. Lalu karena sudah lapar sekali akhirnya Andi makan dengan uang yang tersisa di Rumah Makan Padang dengan memesan nasi tiga piring tanpa pakai lauk dan pauknya. Sama seperti cerita iklan rokok Sampoerna yang dulu sempat ditayangkan di Televisi.

Keesokan harinya, uang komisi yang dijanjikan pun diberikan. Karena hanya memiliki 2 set baju, Andi ingin membeli baju di daerah Jodoh. Ketika dalam perjalanan, Andi melihat orang-orang sedang bermain kodok-kodokan dan NA’AS, dompet lusuh yang dimiliki Andi beserta uang yang berada di dalamnya dicuri oleh seseorang. Andi baru tahu bahwa pada saat itu Jodoh merupakan tempatnya para pencuri beraksi. Andi bertemu dengan seseorang di daerah Jodoh dan menceritakan kejadian yang menimpanya kepada orang tersebut. Lalu ditunjukkan oleh orang tersebut tumpukkan dompet yang ada dan Andi disuruh memilih dompet mana yang ia punya. Akhirnya dompet lusuh milik Andi dapat dengan jumlah yang tidak kurang satu sen pun dari dompetnya.
Mulai saat itu, Andi menyadari bahwa bisnis mobil bodong sedang marak-maraknya, dan Andi bangkit dengan memulai bisnis jual beli mobil bodong. Setelah kurang lebih satu bulan di Batam, seorang Andi telah memiliki 5 mobil bodong untuk bisnisnya tersebut.


Kemudian beranjak dari hal tersebut, Andi pun banyak bergabung dengan berbagai macam organisasi.