Minggu, 02 Juni 2013

Andi Kusuma, Ketua Perindo DPW Kepri: Di Kepri Mesti Ada Perubahan

Berangkat dari seorang pengusaha yang punya segudang pengalaman berorganisasi, sosok Andi Kusuma SH memang sudah dikenal oleh berbagai kalangan. Ini mulai dari pengusaha, pejabat, hingga kalangan pemuda dan pedagang kaki lima. Maka tak heran jika kemudian, ia dipercaya menjadi Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Ormas Persatuan Indonesia (Perindo) Kepri.
Ormas yang didirikan oleh pengusaha nasional Hary Tanoesodibjo itu, Senin (27/5) kemaren baru saja diresmikan dan dilantik kepengurusannya di wilayah Provinsi Kepri, tepatnya di Sekretariat Perindo Kepri di Komplek Ruko Inti Blok F No 1, Seipanas. Bahkan tak tanggung-tanggung, ormas yang ternyata cukup mendapat respon masyarakat setelah melihat kiprahnya di beberapa daerah di Indonesia ini, dalam waktu dua bulan kemudian akan segera pula melantik kepengurusan di tujuh kota dan kabupaten di Kepri.
Bahkan beberapa calon pengurus di tingkat dua tersebut, sangat berharap agar Hary Tanoesoedibjo sebagai pendiri organisasi, juga berkenan datang ke daerah mereka hingga ke Kabupaten Anambas. Melihat respon yang ditunjukkan itu, Andi bersama pengurus Perindo lainnya, segera menggesa untuk mengesahkan dan melantik kepengurusan di daerah tersebut. Untuk memperkenalkan lebih dalam lagi bagaimana ormas Perindo tersebut, Andi Kusuma bersama salah seorang Dewan Pembina Perindo, Tjie Kie Hong Sekretaris Perindo, Djoni Trison dan dua orang pengurus lainnya, juga berkunjung ke redaksi POSMETRO seraya menyerahkan cenderamata.
Disela-sela kunjungannya tersebut wartawan POSMETRO, Bince Oridian berkesempatan mewawancarai Andi Kusuma, bapak empat anak, kelahiran Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung tersebut. Berikut petikan wawancaranya:
  Anda seorang pengusaha. Apa yang melatar belakangi Anda aktif di beberapa organiasasi hingga ke partai politik?
Pada dasarnya saya adalah orang yang suka bergaul dan suka berorganisasi. Karena bagaimanapun juga kita butuh organisasi yang dapat menyatukan visi kita. 
Dengan berorganisasi tersebut, juga akan memunculkan ide-ide yang baik untuk kepentingan bersama. Dengan pengalaman berorganisasi, di situ kita bisa menggali potensi yang ada pada diri kita sendiri. Dan itu bisa terus berkembang.
Siapa yang kemudian memilih Anda untuk memimpin Ormas Perindo?
Disatu sisi mungkin sebagian kalangan, terutama dewan penasehat, pembina dan Ketua Umum Perindo sendiri melihat saya punya potensi untuk memimpin ormas dengan pengalaman organisasi yang ada selama ini. Lalu di sisi lain, saya mungkin juga dianggap memiliki sahabat-sahabat dan teman-teman yang juga bisa diajak membesarkan Perindo yang sudah berdiri di beberapa daerah di Indonesia ini. Jadi tau-tau saya ditawari untuk itu.
Apa yang melatar belakangi didirikannya Perindo?
Hingga saat ini sudah empat belas tahun digulirkan reformasi dan itu awalnya menjadi harapan dan tumpuan perubahan kita bersama. Disitu ada pergulatan pemikiran, sirkulasi kekuasaan dan utak atik angka pertumbuhan ekonomi. Lalu dalam empat belas tahun itu pula, penantian itu tak pernah berujung dan bahkan menjurus pada kelelahan akibat korupsi, kolusi, kekerasan sosial. Begitu juga radikalisme dan kesulitan ekonomi yang menurut Hary Tanoe dianggap sudah akut. Kondisi ini semakin parah, ketika segelintir elit memanfaatkan kondisi tersebut untuk memantapkan kembali kuasa oligarkisnya. Demokrasi kemudian tidak membuahkan kesejahteraan dan keteraturan, tetapi ketidakteraturan. Lalu kita sadar akan datangnya pertanda jaman seperti itu dan mengharuskan kaum muda bertindak, mengambil alih kendali dan mengabdi pada kepentingan rakyat. Lalu dibentuklah sebuah ormas Persatuan Indonesia sebagai wadah bersatunya potensi muda untuk memperjuangkan, merawat dan melindungi hak-hak politik warga negara tersebut. Selain itu membangun dan   menghidupkan kembali jiwa gotong-royong, serta mempercepat terwujudnya kesejahteraan.
Jadi intinya?
Intinya kebenaran tidak perlu dibela, tapi harus diperjuangkan. Maka kita adalah bagian didalamnya.
Selain aktif di organisasi, Anda juga aktif di dunia politik, yakni di Partai Hanura. Sebelumnya, Anda juga aktif dibeberapa partai politik sebelum akhirnya memilih Partai Hanura. Lalu apa yang melatar belakangi Anda lebih memilih Partai Hanura?
Ya saya sebelumnya juga aktif di beberapa partai politik. Namun akhirnya saya memutuskan untuk bergabung dengan Hanura. Saya melihat partai ini punya platform yang jelas dan sesuai dengan apa yang perlu kita diperjuangkan selama ini. Apalagi semua kebijakan yang bakal diambil itu, saya rasakan sesuai namanya, memang didasari oleh hati nurani rakyat
Apakah itu karena Anda juga mengikuti apa yang dilakukan Hary Tanoesoedibjo?
Sebenarnya dari segi pemikiran dan konsep ke depan, termasuk pemikiran politik yang disesuaikan dengan apa yang terjadi sekarang, saya memang sependapat dan sangat mendukung dengan apa yang dilakukan oleh Hary Tanosoedibjo. Jadi saya juga memutuskan untuk bergabung dengan Hanura ini.
Apakah Perindo ini adalah afiliasi Hanura atau justru underbownya partai tersebut?
Tidak. Itu salah. Perindo ini adalah ormas yang berafiliasi kepada banyak partai. Jadi tidak mesti ke Hanura. Ya kebetulan saja Hary Tanoesoedibjo sebagai Ketua Umum Perindo, adalah Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura sekaligus Ketua Pemenangan Partai Hanura untuk 
Pemilu 2014. Selain itu beberapa pembina, pengurus Perindo termasuk saya, kiblat politiknya adalah ke Hanura. Bahkan di Perindo sendiri, juga banyak kader dari partai yang lain.
Jadi dimana peran Perindo?
Perindo ini adalah ormas yang nantinya akan membentuk figur-figur yang memiliki karakter, punya kapasitas dan integritas yang nantinya bisa diandalkan untuk bisa berbuat lebih besar untuk masyarakat. Perindo itu tidak butuh orang yang populer, tapi Perindo membutuhkan orang yang mau bekerja dan dengan sendirinya dia akan populer dibawah Perindo tersebut.
Terkait pengusaha kecil, 
buruh, tani dan nelayan, Perindo akan memberikan bantuan dana bergulir yang bunga tersebut disubsidi dan itu sangat rendah. Regulatornya nantinya akan disalurkan melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang akan dirintis oleh Perindo atau bekerjasama dengan BPR yang sudah ada.
Kenapa Anda memilih calon untuk DPR RI dari Partai Hanura?
Di DPR RI itu, adalah tempat dibuatnya undang-undang secara nasional maupun untuk daerah. Jadi fungsi dewan sebagai legislasi, budgeting dan pengawasan itu lebih berperan untuk kepentingan bangsa jika kita duduki di DPR RI. Dan Kepri yang ada selama ini perlu adanya perubahan baik dari segi kebijakan pemerintah, kebijakan ekonomi yang berpihak pada masyarakat. Usaha Kecil Menengah (UKM) dan mengenai kesejahteraan buruh, petani dan nelayan. Ini semua juga ada dalam program Perindo sendiri.***

0 komentar:

Posting Komentar