Ribuan lampion menggunakan balon udara berterbangan di langit Kota
Batam pada perayaan malam imlek, Sabtu (9/2/2013). Warga kota, yang didominasi
keturunan Tionghoa melepas ribuan lampion berwarna oranye ke langit dari sebuah
pusat perbelanjaan.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Forum Organisasi Kepemudaan (FOK)
Kepulauan Riau, Andi Kusuma mengatakan, pelepasan lampion terbang ini merupakan
tanda syukur. "Melepasnya disertai doa supaya terkabul," kata dia.
Lampion berukuran diameter 30 cm yang terbang menggunakan gas itu
melambangkan keinginan atau doa yang dipanjatkan terbang hingga setinggi
langit. Di Batam, perayaan pergantian tahun baru China itu diikuti ratusan
warga Batam, baik keturunan Tionghoa maupun bukan.
"Ini perwujudan kebersamaan dan persatuan," ujar Andi.
Ia mengatakan, FOK sengaja memilih perayaan yang berbeda dengan
yang biasa dilakukan perkumpulan lainnya. Jika biasanya malam pergantian tahun
diwarnai dengan melepas kembang api, maka FOK melepas lampion terbang.
Warga keturunan Tionghoa, Budi, mengatakan bergembira dengan
perayaan pelepasan lampion terbang. "Ini baru pertama kali dan rasanya
lebih meriah," ucap Budi.
Ia berharap segala doanya terkabul seiring dengan terbangnya
lampion oranye ke udara. "Harapan kami tahun depan lebih sejahtera,"
ungkap dia.
Warga Batam lain yang bukan keturunan Tionghoa, Wahyu Hidayat
mengatakan senang dengan perayaan Imlek. "Imlek selalu meriah, apalagi
melepas lampion terbang baru pertama kali, kami juga jadi ikut
bersemangat," imbuh Wahyu.

0 komentar:
Posting Komentar