Sabtu, 28 November 2009

Anggota DPRD Batam Diancam Mantan Anggota DPRD Batam

BATAM, METRO: Laporan Djoko Martono, Anggota DPRD Kota Batam, terhadap Andi Kusuma, Manajer Badan Pemanangan Pemilu (Bappilu) Partai Gerindra, semakin meruncing. Tak hanya menjadi urusan kedua orang tersebut, bahkan Kholiq Widiarto, mantan anggota DPRD Batam juga ikut-ikutan dalam masalah dugaan penggelapan dana kampanye tersebut. Bahkan informasinya kader PDI P itu sempat mengancam Djoko Martono.


“Dia nakuti-nakutin, bukan ngancam. Tapi itu kan main-main anak kecil,” Djoko membenarkan adanya ancaman tersebut saat dihubungi POSMETRO, Jumat (27/11) kemarin. Ancaman itu disampaikan Kholiq saat menelepon Asrul Askhan Sani alias AA Sanny, Kamis (26/11). Tepatnya sekitar pukul 14.00 WIB ketika Djoko sedang bersama AA Sanny di kantor wakil rakyat. “Dia telepon AA Sanny lalu minta ngomong ke saya, lalu ngancam saya,” beber Lagislator Partai Gerindra itu. Kholiq, lanjut Djoko, tidak mengancamnya secara fisik, memang. Tapi mengancam akan mem-PAW-kan (pergantian antar waktu) Djoko dari kursi wakil rakyat. Namun, Djoko mengaku tak menghiraukan sama sekali ancaman yang disampaikan Kholiq tersebut.Sikap cuek Djoko itu bukan tanpa alasan. Kholiq dinilainya tak memiliki hak apapun terkait jabatan yang didudukinya sekarang, yakni anggota DPRD Kota Batam. Sebab Kholiq bukanlah pengurus atau kader partai yang mengantarkan Djoko Martono duduk di kursi wakil rakyat. “Emang Kholiq jadi apa? Dia nggak punya urusan dengan urusan Partai Gerindra,” ulas wakil rakyat yang terpilih dari Dapil IV, Seibeduk, Sagulung, Bulang dan Galang itu. “Saya biarkan aja. Mau ngomong apa aja, tak saya pedulikan,” tandas Djoko.Beberapa kali Djoko menegaskan dirinya sama sekali tak menghiraukan ancaman dari mantan wakil rakyat itu. Djoko lebih memilih fokus pada proses hukum atas laporannya terhadap Andi Kusuma. “Biarkan saja berjalan seperti air mengalir,” ucap wakil rakyat yang duduk di Iomisi I bidang hukum dan pemerintahan itu. Saat ditanya apa motivasi Kholiq hingga mengancama dirinya, Djoko enteng menjawab, “karena dia (Kholiq) itu teman Andi Kusuma.”M Rasyid, Sekretaris DPC Partai Gerindra, juga membenarkan adanya ancaman dari Kholiq kepada Djoko Martono. Hal itu telah dibuktikannya dengan langsung menelepon Kholiq Widiarto. “Udah saya telepon Kholiq. Saya bilang sama dia, jangan ikut-ikutan masalah ini (laporan Djoko Martono terhadap Andi Kusuma, mantan manajer Bappilu yang juga mantan Direktur PT Igata Jaya Perdania),” bebernya. “Saya kenal sama kamu, kamu kenal sama saya,” kata Rasyid.Bahkan Rasyid mengaku telah menegaskan jika PAW terhadap kader Partai Gerindra tidak ada hubungannya sama sekali dengan Kholiq Widiarto, yang berasal dari partai lain.“Siapa yang bisa menandatangani itu (PAW)? Biarkan saja proses hukum berjalan. Siapapun tidak boleh ikut campur,” ingat Rasyid kepada Kholiq. “Partai Gerindra akan mendukung Djoko. Tapi dalam arti, jika Djoko yang bersalah, Partai Gerindra akan memberikan sanksi tegas,” tandasnya. “Jadi biarkan saja proses hukum antara Djoko dan Andi Kusuma berjalan,” urai Rasyid mengakhiri.Sementara kemarin beberapa kali dihubungi, Kholiq belum bisa dikonfirmasi terkait kasus ini.Kasus ini mencuat setelah anggota DPRD Batam, Djoko Martono, melaporkan Andi Kusuma dengan dugaan penggelapan. Andi dinilai telah ‘memakan’ uang Djoko senilai Rp65 juta saat menjadi Bappilu Gerindra, dalam Pileg yang lalu. Djoko menduga, Andi Kusuma menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadinya.(for)

Sumber : http://inspirasikepri.com/index.php?option=com_content&view=article&id=735:anggota-dprd-batam-diancam-mantan-anggota-dprd-batam&catid=18:batam&Itemid=106

0 komentar:

Posting Komentar