Berawal dari Kisruh Internal
BATAM (HK) - Tokoh pemuda Kepri yang juga Ketua DPW Forum Organisasi Kepemudaan (FOK) Kepri, Andi Kusuma, secara resmi mengundurkan diri sebagai Sekjen DPW Badan Advokasi Hukum (Bahu) Nasional Demokrat (NasDem)
BATAM (HK) - Tokoh pemuda Kepri yang juga Ketua DPW Forum Organisasi Kepemudaan (FOK) Kepri, Andi Kusuma, secara resmi mengundurkan diri sebagai Sekjen DPW Badan Advokasi Hukum (Bahu) Nasional Demokrat (NasDem)
"Terhitung
hari ini, saya secara resmi mundur dari Sekjen Bahu Nasdem," ujar Andi
Kusuma ke awak media, Senin (4/3) di Restoran Hotel Vista Baloi.
Pilihan mundur, lanjut Andi, merupakan pilihan politiknya setelah mencermati kisruh internal yang terjadi di partai bentukan Surya Paloh itu. Awalnya, dipicu mundurnya Hary Tanoesoedibjo dari partai tersebut.
"Saat Hary Tanoe mundur, saya pikir itu persoalan internal yang bisa diselesaikan," ungkap Andi.
Namun kenyataan, justru persoalan internal semakin meruncing setelah mundurnya Efendi Syaputra sebagai Ketua DPP Bahu yang membawahi langsung 33 DPW Bahu se Indonesia.
"Mundurnya Ketua DPP kami (Efedi Syaputra, red) meyakinkan saya untuk hengkan dari Partai NasDem," tegasnya.
Dengan mundurnya Andi Kusuma, maka dipastikan ada sekitar 1.500 anggota Bahu dari 7 kabupaten/kota di Kepri akan mengundurkan diri, terutama mereka yang bergabung dengan program O-250 yang dikomandoi Andi Kusuma.
Terkait kendaraan politiknya ke depan, hingga kini Andi Kusuma masih mempertimbangkan partai yang sesuai dengan harapannya, terutama semangat dan peluang untuk menjadi pemanang di Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 nantinya.
Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam, Fathullah, mengaku sangat prihatin dengan kisruh yang terjadi di Partai NasDem. Apalagi dirinya sudah menaruh hati dengan NasDem dan berencana untuk gabung setelah pensiun nantinya.
"Saya rencana gabung ke NasDem, tapi dengan mundurnya Andi Kusuma, saya akhirnya lebih condong ke partai lain," katanya.
Pilihan mundur, lanjut Andi, merupakan pilihan politiknya setelah mencermati kisruh internal yang terjadi di partai bentukan Surya Paloh itu. Awalnya, dipicu mundurnya Hary Tanoesoedibjo dari partai tersebut.
"Saat Hary Tanoe mundur, saya pikir itu persoalan internal yang bisa diselesaikan," ungkap Andi.
Namun kenyataan, justru persoalan internal semakin meruncing setelah mundurnya Efendi Syaputra sebagai Ketua DPP Bahu yang membawahi langsung 33 DPW Bahu se Indonesia.
"Mundurnya Ketua DPP kami (Efedi Syaputra, red) meyakinkan saya untuk hengkan dari Partai NasDem," tegasnya.
Dengan mundurnya Andi Kusuma, maka dipastikan ada sekitar 1.500 anggota Bahu dari 7 kabupaten/kota di Kepri akan mengundurkan diri, terutama mereka yang bergabung dengan program O-250 yang dikomandoi Andi Kusuma.
Terkait kendaraan politiknya ke depan, hingga kini Andi Kusuma masih mempertimbangkan partai yang sesuai dengan harapannya, terutama semangat dan peluang untuk menjadi pemanang di Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 nantinya.
Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam, Fathullah, mengaku sangat prihatin dengan kisruh yang terjadi di Partai NasDem. Apalagi dirinya sudah menaruh hati dengan NasDem dan berencana untuk gabung setelah pensiun nantinya.
"Saya rencana gabung ke NasDem, tapi dengan mundurnya Andi Kusuma, saya akhirnya lebih condong ke partai lain," katanya.
0 komentar:
Posting Komentar